Ia kembali menangis. melihat hutan - hutan menjadi batu -batu.
ia kembali menangis. melihat laut menjadi hamparan benda sisa berbau busuk.
Ia kembali menangis. mendengar adik minta uang sekolah pada ibunya yang kelaparan.
ia kembali menangis. mendengar kakak terbaring menatap masa depan suram karena salah pendidikan
Ia kembali menangis. menyimak angin yang tak lagi sejuk kala pagi di jakarta ini.
ia kembali menangis. menyimak burung dan sarangnya tak pernah bersuara lagi.
Ia kembali menangis. berbicara tentang keadilan yang busuk di negerinya.
ia kembali menangis. berbicara pada bapak yang terhormat di ci keas, kenapa ibu tak boleh berobat lantaran tak punya uang, bukankah bapak punya, berilah sedikit.
kalian kawan, jadilah 'ia' kawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar